Sunday, March 8, 2026

Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki karya Sesuji - Novel Viral Genre Misteri Berkonsep Dokumentasi

Sejak kenal penerbit Haru dari jaman kuliah, gue mulai ketagihan baca J-Lit. Apalagi yang genre CTM (crime, thriller, myster) + horror. Untuk cari info buku (atau iseng aja), medsos yang sering gue buka adalah X, IG, dan threads. Saat gue scroll X, postingan sebuah novel Jepang genre horor dan misteri berseliweran di timeline gue. Judulnya Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki karya Sesuji.

Bisa dibilang novel ini lagi viral dibicarakan para pembaca, terutama peminat genre horor. Saking banyak dicari, cetakan pertamanya habis terjual di mana-mana. Sampe-sampa Gramedia membuka PO cetakan kedua yang terbit Februari lalu. Alasan viral karena gaya penulisan dan penceritaannya unik, format novel ini berupa kumpulan liputan dan artikel majalah horor. Kalo di film gayanya kayak film mockumentary kali ya, macem Blair Witch Project, Paranormal Activity, dan Keramat.

Gue sebagai penggemar horor (yang penakut), novel, dan Jejepangan, akhirnya fomo membeli novel ini. Harganya lumayan juga yah, gue sampe bandingin voucher Marketplace mana yang paling murah hehe. Akhirnya bulan lalu novel ini sampe ke tangan gue.


Sinopsis & Deskripsi Novel

Sinopsis novel

TEMAN SAYA MENGHILANG

Jika Anda memiliki informasi, mohon hubungi saya.

Teman saya adalah editor baru yang sempat memegang proyek untuk edisi tambahan majalah okultisme. Karena tugas tersebut, ia mengumpulkan dokumen dan materi dari berbagai sumber, hingga akhirnya menyadari keanehan yang tersembunyi di suatu tempat di wilayah Kinki.

Buku ini merangkum berbagai tulisan dari sejumlah media yang ia dan saya kumpulkan. Sebagian besar dari tulisan di dalamnya memiliki keterkaitan dengan "suatu tempat" di wilayah Kinki.

Oleh karena itu, saya butuh bantuan. Jika Anda memiliki informasi, mohon hubungi saya.


Tampilan & Cetakan

Saat gue buka novelnya, novel Kinki tidak ada bookmark (pembatas buku). Gue pikir cetakan gue eror, setelah DM penerbitnya ternyata bener ngga ada bookmark nya. Gue ngga tahu apakah novel aslinya juga tidak ada bookmark atau versi Indonesia aja. Gue pun beli bookmark dulu, harusnya dari dulu gue nyadar kalo pembaca buku paling tidak punya 1 bookmark cadangan.

Dari desain cover bukunya, sangat simpel dengan gambar gunung dan pepohonan, bendungan, serta langit warna merah. Tapi jadinya memberikan ciri khas tersendiri, entah kenapa sekali lihat (dari jauh sekalipun), gue bakal langsung ngeh kalau ini adalah novel Kinki.

Pake bookmark Tanjiro hehe

Novel ini dilengkapi jaket buku yang cukup tipis. Bahkan cover bukunya aja terasa tipis bagi gue. Gue dah lama gak baca novel Gramedia, tapi ada reviewer buku curhat juga di medsos, kalo novel cetakan Gramed akhir-akhir ini covernya tipis. Padahal novel Jepang dari Penerbit Haru aja covernya cukup tebal. Tapi 'bonus' di paling akhir cukup niat cetakannya, kayak halaman majalah beneran.

Jaket buku dan cover

Cetakannya tidak ada masalah seperti typo. Tapi gue menemukan ada halaman yang cetakannya miring. Sudah gue bandingkan dengan halaman lain, ternyata bener beberapa halaman tu paragrafnya kelihatan miring semuanya.


Review

Gue nyadar kalau jumlah novel yang gue baca belum sebanyak book enthusiast lain. Tapi seumur-umur gue belum pernah membaca novel horor yang isi ceritanya cuma dari kumpulan artikel atau wawancara. Kayaknya hal ini yang membuat novel ini viral. Selain novel Kinki, yang baru gue tahu novel Girls in The Dark dari Akiyoshi Rikako juga pakai format penulisan yang unik. Eh, Teka-teki di Rumah Aneh termasuk gak ya?

Contoh artikel berbentuk berita

Bukan cuma artikel, disisipkan juga cerita dari sudut pandang penulis saat dia bertemu Ozawa dan beberapa narasumber lain, babnya berjudul Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki (nomor) atau Transkripsi Wawancara. Bab ini berisi dialog maupun interaksi si penulis, beberapa melengkapi kepingan misterinya yang ngga dimuat di artikel majalah. Anyway, semua karakter (kecuali Ozawa) namanya disamarkan jadi singkatan doang, kayak si A, si B, dan si C. Agak pusing sih bacanya.

Contoh artikel ala threads kaskus

Sekilas kelihatan seperti kumpulan artikel berbagai kejadian horor yang random, namun inti dari artikel pasti berhubungan & mengarah ke wilayah Kinki dan okultisme. Kejadian randomnya pun bukan sembarangan, di akhir nanti terungkap fakta-fakta di balik misterinya, dan membuat semua kejadian random itu menjadi masuk akal, semua akar masalahnya hanya satu hal itu.

Hanya saja pengungkapan misterinya itu terbuka begitu saja dalam 4-5 artikel terakhir. Wajar sih dari awal memang begitu gaya penceritaannya. Cuma menurut gue, asal mula misterinya terjadi karena hal sepele. Kalo kata orang-orang, asal muasalnya tuh kayak kurang, mungkin maksudnya kurang rumit, atau kurang dramatis lagi. Padahal artikel pendukungnya sudah sebanyak itu. Ada pula artikel yang penceritaannya bertele-tele, kalo ngga salah yang penampakan makhluk asing (?).

Gue baca review orang di X, katanya serem pake banget, sampe gak berani baca malam-malam. Ehm, review jujur gue, menurut gue serem tapi bukan yang bikin ketakutan banget. Gue berani bacanya malam-malam. Mungkin ini selera aja, dan meski penakut, gue udah biasa baca novel horor atau nonton film horor Jepang.

Atau review berseliweran itu dari buzzer? 😅 Untuk memancing orang biasa seperti saya yang beli dari duit sendiri. Soalnya kalimat dipostingannya agak lebay gitu. Di Jepang jadi mega best seller, tapi di negara lain kan belum tentu. Makanya di Indo promosinya gencar banget di medsos.

Sebenarnya Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki kisah nyata atau fiksi? Jelas ini fiksi. Gaya berceritanya membuat novel ini berdasarkan kejadian nyata. Pembaca dibuat seolah-olah mengalami langsung sedang membaca artikel horor majalah. Dari dulu Jepang memang jago membuat karya semacam ini. Contohnya film Noroi, premisnya mirip-mirip juga kan.

Opening novel

Fakta bahwa novel termasuk mega best seller Jepang, membuat novel ini sudah diangkat menjadi komik dan film live action tahun 2025. Mini review, di Indo komiknya baru ada volume 1, adaptasi komiknya bagus, sesuai sama isi novelnya, meski ngga semua informasi masuk di komiknya, tapi wajar mengingat ini sebuah novel yang diangkat menjadi komik. Komiknya pake sudut pandang si penulis, bener-bener apa yang dia lihat jadi panel komik. Jadi bukan cuma kejadian horornya aja yang misterius, kesan misterius sang penulisnya pun dapet.

Creepy banget senyumnya



Untuk filmnya, waduh banyak juga perbedaannya dibanding novel aslinya. Coba kalo dibikin kayak komiknya, bakal lebih misterius dan creepy. Mungkin plotnya sengaja dibikin lebih dramatis, cuma kok agak melenceng sama konflik "Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki" nya, meski masih disebutkan di filmnya, pas nyampe akhir film gue nyaris lupa ini film 'suatu tempat di wilayah Kinki'. Terus di novel dan komik tu yang hilang kan Ozawa, di film beda lagi orang hilangnya. Walau dari reviewer film, film ini banyak mendapat pujian.

Memang bagusnya baca novel atau komiknya aja. Btw, kenapa ya rata-rata film Jepang yang diangkat dari novel malah banyak banget perbedannya? Sementara mereka lebih jago dalam mengadaptasi komik atau anime.


Prefer komiknya

Jadi buku ini worth it untuk dibaca? Ya sebenernya lumayan bagus menurut gua, mengesampingkan semua kekurangannya. Walau gue merasa review di X agak berlebihan, nyatanya strategi marketing mereka berhasil (untuk gue).

Rating 👺👺👺👺

Jangan lupa cek bahan liputannya

Oke segitu dulu pembahasan novel Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki. Semoga bermanfaat bagi kalian yang memasukan novel ini dalam wishlist bacaannya.


Jika kalian suka saya menulis konten horror lagi di blog ini, jangan lupa traktir saya sebagai bentuk support.

Trakteer https://trakteer.id/rinuzura

Saweria https://saweria.co/rinuzura

Terima kasih 🙏

No comments:

Post a Comment