Sunday, May 16, 2021

Hataraku Saibou season 2 (Cells at Work) Sinopsis, Review Singkat, Opini Random

Selamat Hari Raya Idul Ftri 1442 H yaa


Akhir-akhir ini gue jarang nonton anime di laptop atau handphone. Meski ada handphone tetep ngga sempet rasanya. Selain jualan makanan & minuman di rumah, ada aja kerjaan yang dikasih orang rumah. Tapii gue masih bisa nonton Animax di TV kabel. Yah meski anime nya ngga banyak, judul yang pernah tayang diulang-ulang aja gitu, anime terbarunya pun cuma dikit. Btw gue nonton Hataraku Saibou season 2 pun di TV kabel aja.

Btw gue lagi pengen banget bahas ini, mungkin karena gue baru beli online Komik Cells at Work vol. 4 dan 5 nya hehe.

Yak sesuai harapan gue (tertulis juga di postingan Hataraku pertama), finally Hataraku Saibou dibuat season kedua. Karena udah pernah review, postingan ini bahas sinopsis episodenya aja. Episode-episode season 2 ini mengambil chapter manga yang belum sempat dianimasikan, sesuai feeling dan harapan gue.

Yang menarik perhatian adalah episode 1 Bump (Benjol), langsung menampilkan adik-adik Platelet/Trombosit. Padahal di manga chapter ini dirilisnya belakangan. Tentang salah satu dedek Platelet, Backward Cap, yang kurang cakap dalam bekerja. Lalu tubuh mengalami masalah, yaitu benjol di kepala. Trombosit sempet kesusahan, munculah emak segala Platelet, Megakariosit. Yang galak tapi teteup cara ngedidik Plateletnya sesuai untuk anak kecil. Dengan iming-iming medali emas, semua dedek Platelet bisa mengatasi kebenjolan ini.

Episode 2 tentang Acquired Immunity (Imunitas Perolehan) dan Peyer's Patch. Imunitas perolehan atau disebut juga vaksin, di sini Sel Memori yang ribet sendiri sama mimpinya, dikira penampakan masa depan. Setelah digebuk Sel B, Sel Memori sadar ternyata itu penampakan masa lalu. Akhirnya Sel B bisa membuat antibodi dari data Sel Memori, sehingga virus gondongan terbasmi semua.

Peyer's Patch sendiri adalah organ kekebalan usus. Saat Neutrofil hangout sama Eritrosit, Junior Eritrosit dan Eritrosit Rock Lee (eh Eritrosit pindahan), Campylobacter menyerang usus. Setelah nego-nego dengan bakteri ini, dia terpancing masuk organ Peyer's Patch. Dimana di dalam organ ini sel imun Neutorfil, Kill T, Sel B dan Dendritik sudah menunggu di sana.

Sementara episode 3 Dengue Fever (DBD) dan Acne (Jerawat). DBD dibuka dengan konflik (lagi-lagi) Sel Mast dan sel lainnya, gegara Sel Mast keluarin histamin dadakan membuat banjir dan kesetrum. Padahal ngga ada antigen, cuma reaksi alergi logam. Sel Mast ngga mau keluarin histamin padahal ada virus DBD menyerang. Setelah dipancing Basofil yang berpuisi dan mukanya menuhin monitor, Sel Mast pun keluarin histamin. Pembuluh darah membuka jalan, dan akhirnya Neutrofil dan Makrofag datang membunuh virus DBD ini.

Selanjutnya tentang Jerawat, memperlihatkan bagaimana kondisi kulit yang berjerawat. Neutrofil mendatangi pori-pori kulit yang terlihat aneh. Di situ para sel rambut kerja rodi menghasilkan banyak minyak, untuk sumber makanan bakteri pnyebab jerawat yaitu P. Acnes. Semua sel rambut pasrah aja, kecuali satu anak kecil yang terus memberi semangat pada Neutrofil. Akhirnya Neutrofil bisa membunuh bakteri ini. Adik sel rambut memberi topi berbentuk rambut pada Neutrofil sebagai ucapan makasih.

Note: jadi tidak ada yang namanya Fungal Acne teman-teman, jerawat itu disebabkan oleh bakteri, bukannya jamur.

Episode 4 H. Pylori dan Antigenic Shift mulai menampilkan 4 tokoh utama baru yang tidak kalah kiyut yaitu Lactobacillus atau bakteri baik. Sel biasa atau Saibou menolong 4 Lactobacillus yang hanyut di sungai. Bakteri baik ini ngintilin Sel, akhirnya dibawa pulang. Ketauan sama Neutrofil, tapi ngga langsung dibunuh, gegara ada H. Pylori menyerang. Para Neutrofil kesusahan karena H. Pylori ada di asam lambung, tapi dengan kekuatan Lactobacillus panda, H. Pylori yang menyebabkan sakit maag ini berhasil dibunuh.

Next Antigenic Shift (Mutasi Antigen), sebelumnya Saibou dan Neutrofil sudah bertekad mau mengembalikan para Lactobacillus ke tempat asalnya. Mereka sampai di usus halus, sambil melihat proses pencernaan makanan di usus halus. Sel usus ribut karena banyaknya purin, purin ini kalau terdekomposisi menjadi asam urat mengakibatkan batu ginjal. Lactobacillus hitam putih tetiba makanin purin ini, kawanannya yang lebih besar pun muncul ikut makan purin.

By the way, Hataraku Saibou udah ngebintangin iklan Pocari, jangan-jangan bentar lagi ngiklanin Y*kult 😆

Lactobacillus merah kecemplung ke got karena Saibou ngga megangin dengan bener, gegara ada sel imun yang mengejarnya dikira antigen. Saibou minta Neutrofil sampein ke sel imun lain supaya ngga membunuh Lactobacillus. Tapi Neutrofil ngga bisa persentasi antigen. Saibou marah kenapa harus ada sel imun yang bunuh-bunuh antigen, termasuk Lactobacillus ini.

Episode 5 tentang Sitokin. Sebelumnya, tetiba NK muncul di depan Saibou dan Neutrofil. Ternyata mereka sama-sama mencari sesuatu, tapi ngga saling bilang apa yang dicari. Ada peringatan virus memasuki tubuh. Neutrofil, NK, dan Sel B ngga mengenali virus ini, senjata mereka ngga mempan membunuhnya. Tapi akhirnya semua sel imun kembali semangat membunuh semua virusnya berkat sitokin (a.k.a foto aib) yang disebar Sel Dendritik. Dendritik teraktivasi akibat polisakarida dari Lactobacillus merah. Di akhir, NK bilang yang dicari adalah Sel Kanker. Sel Kanker muncul lagi akibat informasi antigen yang bocor.

Fakta tidak penting: seriously gue pernah ada di posisi NK. Beneran punya foto aib begini, sama-sama pake dress sama bando, posenya sama persis lagi ngerentangin rok. Beda dijenis dress nya doang. Kaget banget pas gua tau ada yang nyetak foto itu gede-gede, dipajang di album keluarga lagi.

Episode 6 Harmful Bacteria. Episode ini mengenalkan aktivitas bakteri jahat di usus. Menyebabkan gas hitam beracun menyebar. Di tengah perjalanan mereka ketemu Kill T yang udah menjadi Memory T, yang ikutan mau nyari Sel Kanker. Saibou berpisah dengan Neutrofil di sini, Neutrofil ikut nyari Sel Kanker, sementara Saibou mencari rumah Lactobacillus hitam yang tersisa. Di akhir, Neutrofil, Memory T dan NK ketemu Sel Kanker ini dan terjatuh ke dalam sarangnya.

Episode 7 dan 8 klimaks season ini yaitu Cancer Cell II part 1 dan 2, sel tukang drama dan menyusahkan sejak season 1. Di sini Sel Regulator T menghalangi Kill T, Neutrofil, dan NK dalam membunuh Sel Kanker. Sel Reg T menganggap Sel Kanker ini sel biasa yang harus dilindungi, jadi sel imun tidak boleh membunuhnya. Di usus besar, Saibou kena serangan bakteri berbahaya. Saibou maksa Lactobacillus hitam untuk meninggalkannya. Tapi para Neutrofil datang untuk membunuh bakteri jahat. Dibantu oleh banyak kawanan Lactobacillus raksasa, termasuk Lactobacillus hitam tadi.

Setelah pontang panting membunuh kanker ini, Killer T mengeluarkan jurus rahasianya. Jurus pukulan yang dikeluarkan Sel Killer T saat bertekad kuat melindungi tubuh, yaitu Perforin Cannon Punch T Cell. Saat Killer T melancarkan serangannya, Sel Reg T yang tadinya menghalangi semua pukulan Kill T malah menghindarinya, sehingga Sel Kanker kena pukulannya sampai terpental. Sel Reg T baru sadar kalo kanker ini termasuk antigen.

Sel Kanker pun kehilangan kekuatannya karena bakteri jahat yang memberi Kanker kekuatan sudah dibasmi para neutrofil. Finally puncaknya, Neutrofil keluar dari kurungan Sel Kanker, dan dia langsung menggorok leher Sel Kanker (lagi). Sel Kanker akhirnya berhasil dibunuh.

Epilog, Sel atau Saibou berhasil memulangkan semua Lactobacillus tersebut. Bersama Neutrofil mereka sempat melihat tempat tinggal Lactobacillus di Flora Usus. Neutrofil ketemu Eritrosit di kafetaria, disitu Eristrosit bilang rumah Saibou kosong terus. Jadinya Saibou ngga dapat jatah makanan, pintu yang dirusak Neutrofil sebelumnya juga belum dibetulin Platelet. Pemberitahuan tersebut numpuk di depan rumahnya. Endingnya memperlihatkan Eritrosit kembali bekerja mengantar oksigen untuk sel.


Review Singkat + Opini

Ngga jauh beda dengan anime season pertamanya, adaptasi animasinya sama bagusnya. Banyak scene tambahan semacam filler untuk durasi yang lebih panjang, tapi ngga mengubah isi ceritanya. Misalnya di episode Cancer vs imun sel, battle nya dibuat lebih panjang dan epic banget.

Hiks agak kecewa ternyata cuma ada 8 episode. Gue menyayangkan episode yang kedikitan untuk anime bagus gini. Mungkin karena episode 2 menggabungkan 2 chapter sekaligus, termasuk episode 3 juga. Coba kalo dijadiin 1 episode untuk 1 chapter kayak sebelumnya. Apakah untuk menghemat anggaran?😅

Yang gue sadarin dari para antigen bakteri dan virus suaranya kedengeran beda, lebih berdengung dan bergema ala ala monster. Di season 1 suaranya kayak ngomong biasa aja.

Sebelum season 2 tayang, gue nyadar peran Eritrosit kurang banyak di chapter manga yang belum dianimasikan. Tapi di season 2 banyak filler dimana Eritrosit tetap muncul, meski di manga asli dia lagi ngga ada. Berkat kekuatan kepopuleran karakter Eritrosit atau kekuatan Mbak Kana Hanazawa ya 😁



Bonus


Gue nemu video ini, kayaknya isinya adalah chapter terakhir Cells at Work tentang virus Covid 19. Gue ngga ngerti sih dialognya hahah, mari kita tunggu translate bahasa Inggrisnya.

Cover volume 6 manga Cells at Work memperlihatkan semua main character perwakilan sel masing-masing berpose hormat. Ini maksudnya sebagai rasa terima kasih ke pembaca apa gimana :""" ini gue aja yang merasa terharu dan sedih sendiri, atau teman-teman reader blog ini juga merasa begitu?

🐱🐱🐱
Jangan lupa traktir saya di Trakteer sebagai bentuk support, jadinya blog ini bisa terus berkembang: https://trakteer.id/rinuzura
Thank you.

1 comment: